RSS

Menulis lagi

Ganti theme setelah lama vakum ndak ngblog. Wajah baru semoga bisa membawa semangat baru. Mari menulis lagi!

 

 
Comments Off

Posted by on September 25, 2011 in Short Post

 

Mid Autumn Moon Festival

New Moon Festival

Sore tadi ada undangan untuk kumpul jam 8 malam; acara perayaan Moon Festival. Nama asli festivalnya adalah Mid Autumn Moon Festival, yang umumnya dirayakan oleh komunitas bangsa Cina. Bulan malam tadi memang tampak besar, bulat penuh. Dan dari penjelasan yang mengundang acara, KT (Catty) – bangsa Vietnamese yang juga keturunan China, saat ini bulan di sana (Vietnam) tampak sangat besar. Ada yang tanya, kalau mau lihat bulan-penuh kan bisa periodik setiap bulan? Betul, bulan-penuh muncul setiap bulan. Tapi Mid Autumn, setahun sekali. Jadilah Moon Festival ini dirayakan sebagai annual event.

Bagi komunitas China, Mid Autumn Moon Festival adalah Family Reunion. Sebuah ajang mudik untuk berkumpul bersama keluarga. Untuk perayaan di Vietnam, bahkan public holiday-nya sampai sepekan.

Hidangan pada Moon Festival ini unik. Sebuah kue dengan nama Moon Cake jadi hidangan utama. Tampak luar seperti roti biasa. Tapi saat dibelah, akan tampak bulatan kuning di dalamnya seperti bulan, yang dibuat dari kuning telur. Enak juga, langsung dibawa dari Vietnam, dan lebih enak karena dinikmati bersama sambil bertukar cerita.

Hari-hari di sini biasanya datar-datar saja, sama setiap harinya bahkan sampai lupa ini hari apa kecuali saat Jumat karena ada penanda Shalat. Sabtu ini terasa seperti weekend, ahh, nikmatnya.

Foto: hasil googling karena tadi ga bawa kamera.

 
1 Comment

Posted by on October 3, 2009 in Peristiwa

 

Sup Sirip Hiu

Pictures

Pernah makan Sup Sirip Hiu? Saya sendiri belum pernah. Kabar dari yang pernah makan, sup ini sedap. Orang jawa bilang miroso.

Saya terbiasa terbayang wujud hidup dari apa yang saya makan. Lidah sapi misalnya. Pernah makan dan enak memang. Tapi tidak bisa saya nikmati sepenuhnya. Rujak cingur saya belum pernah coba, ndak terbayang bibir saya bertemu dengan bibir sapi. Tengkleng solo? Jangan coba-coba sodorkan tengkleng yang isinya rupa-rupa bagian kepala kambing. Kalau kurang beruntung, maka saya akan dapat mata, cuilan kuping atau tulang rahang yang ada giginya.

Kembali soal Sup Sirip Hiu. Tadi pagi saya bangun kepagian, iseng nyalakan TV, channel berita. Bayangan saya sebelumnya, sirip hiu itu didapat bersama hiu nya, sementara sirip bisa dibikin sup, dagingnya bisa digunakan untuk konsumsi juga. Ternyata tidak! Faktanya sungguh mengerikan. Hiu yang tertangkap dipotong siripnya, lalu hiu dikembalikan lagi ke laut! Tayangan di TV yang kurang dari semenit itu seolah melempar saya ke bumi yang lain, tidak di bumi dengan manusia-manusia yang beradab.

Sharp Fin

Ambil contoh dari kehidupan yang dekat dengan kita, ayam misalnya. Kalau kita suka makan swiwi atau sayap ayam, kita tangkap ayam, potong 2 sayapnya saja, lalu ayam dilepas lagi. Kejam.

Sampai saat ini, saya masih belum bisa merumuskan, kenikmatan apa yang manusia belum dapatkan? Tak cukupkah ragam makanan yang ada sehingga harus melanggar hak hidup makhluk lain?

Gambar: Google

 
1 Comment

Posted by on September 29, 2009 in Perilaku

 

Oooo… Conan

Tantush

Patutnya kita memanggil seseorang dengan panggilan yang baik bukan? Betul, setuju Pak. Tapi, tidak selalu memanggil dengan bukan nama panggilannya itu buruk. Bisa jadi itu panggilan sayang, panggilan akrab, atau panggilan nama kecil misalnya.

Tantush, teman saya yang satu ini selalu tampak riang, sangat antusias saat bertemu seseorang. Kami bertemu 3.5 tahun lalu, sama-sama jadi trainee di Libya. Barangkali nama saya kurang lumrah untuk lidah arab, jadi dipanggillah saya Conan. Jika lama ndak bertemu, misal sepulang libur, dengan gaya khas riangnya Ia menyapa, “Oooo Conan”, dan saya pun membalas sapa, “Oooo Tantur”. Entah apa itu Tantur, tapi itu panggilan akrab saya padanya. Tidak terkesan buruk, tidak seperti memanggil Hei Botak, atau panggilan fisik lain. Jadi memanggil Tantur oke lah.

Panggilan akrab itu entah kapan lagi bisa saya dengar lagi. Buat Tantush alias Tantur, it’s been a good time with you here. Sure you’ll gain much better than before out there. Ramadhan kareem.

 
Leave a comment

Posted by on August 31, 2009 in Libya

 

Could be Worse

Pernah berdoa sampai ndremimil tapi jawaban tak kunjung tiba? Atau sudah berusaha keras plus berdoa tapi hasil tidak sesuai yang diharapkan? Kalau bicara soal takdir, njenengan tentu punya definisi sendiri, dan ini bukan bicara soal takdir kok.

Teman saya, di sela-sela kalimatnya terselip penggalan ‘Could Be Worse’, beberapa saat setelah berkemas selesai ngerjakan sumur. Saya jadi berfikir, barangkali doa semalam telah menanggalkan hal-hal buruk lain yang semestinya terjadi. Satu yang tersisa dan terjadi adalah satu bagian elektronik dari alat yang saya jalankan tidak bekerja sempurna. Mungkin, dalam pikir saya, tanpa doa, yang terjadi akan lebih buruk. Could be Worse.

Janganlah berhenti berdoa, seperti halnya jangan berhenti beramal. Teman yang lain bilang amal itu nolak bala’ alias nolak keburukan. Tidak perlu berfikir dengan satu amalan -sedekah misalnya- lalu kita mendapat ganti yang lebih baik. Kebaikan atau imbalan itu kadang tidak terasa. Ambil contoh berperjalanan. Kita selamat sampai tujuan tanpa halangan. Kadang, kita merasa tidak ada yang spesial. Mungkin saja, sebetulnya awal keputusan alam menghendaki ada srempetan kecil, tapi karena doa dan amal kita, itu tidak pernah terjadi. Seolah tiada, tapi sejatinya ada.

 
Leave a comment

Posted by on August 31, 2009 in Renungan

 

Laskar Mandiri

laskar mandiri

Seorang wanita tua melangkah keluar dari pasar sambil menggendong bakul di punggung, salah satu isi bakulnya adalah buah melon yang tinggal setengah.

Tim Laskar Mandiri, yang digagas dan disponsori oleh minuman energi Kuku Bima, menghampiri dan bertanya, “Akan dijual berapa buahnya?”. “2000 rupiah”,jawabnya ringan. “Ndak capek, Nek?”. “Yang penting halal dan tidak mencuri”. Yang penting, apakah kita juga sering menggunakan kata itu? Seolah terdengar pesimis atau hanya-seadanya, tanpa target capaian tinggi. Tapi tidak begitu, setidaknya ada 2 hal positif dari yang-penting tadi. Keteguhan prinsip, dan kepedulian akan kehalalan walaupun sedikit. Bukankah yang barokah itu lebih baik dan
menenangkan?

Gambar diambil dari sini.

 
3 Comments

Posted by on August 16, 2009 in Sekitar

 

100 trilyun untuk Jembatan Selat Sunda

Jembatan - Selat Sunda

Siaran televisi siang ini membahas rencana pembangunan jembatan selat sunda yang akan menelan dana 100 trilyun untuk konstruksinya saja, dan belum termasuk bunga.
Sebentar, akan saya coba tulis seperti apa 100 triyun itu. Rp. 100.000.000.000.000.000,-. Angka nol nya ada 14 biji, wow!
Apakah pembangunan jembatan ini penting? Iya, tentu. Tapi bagaimana kalau dilihat soal prioritas bagi negara ini?

 
7 Comments

Posted by on August 16, 2009 in Pikiran, Sekitar

 
 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.