
Sore hari, bandara Adisucipto, sembari menunggu petugas tiket yang sedang sholat.
Lelaki paruh baya di sebelah, yang bersepatu kulit manis dandanan necis rambut klimis lengkap dengan tas yang siap dibawa ke kabin pesawat, tiba-tiba menyalakan rokok dan, werrr… batang korek penyundutnya dibuang ke lantai.
Lelaki sandalan, dengan rambut acak bekas helm, yang tidak lain adalah saya ini, merasa lebih beruntung. Setidaknya karena ngga buang sampah sembarangan dan ngga merokok.
Advertisement
