RSS

Hiburan Sederhana

05 Jul

penekanKapan terakhir kali anda melakukan hal-hal yang layaknya anda lakukan sewaktu anda kecil? Main layang-layang misalnya, panjat pohon, nangkap capung atau cari ikan di selokan? Hati terasa riang tentunya, sambil mengenang-ngenang masa lalu. Hari ini juga akan menjadi masa lalu bagi masa depan kita. Jadi, ukirlah hari ini dengan hal baik supaya kita bisa mengenangnya kembali suatu saat kelak.

Senang, tidak selalu harus mahal. Uang jajan saat saya SD hanya sejumlah 2 digit. Tapi, saya dan teman-teman sebaya bisa merasa senang bahkan tanpa uang itu. Kami menciptakan mainan kami sendiri, atau permainan rakyat yang umum saat itu. Penekan Uwit (panjat pohon) yang saya lakukan beberapa hari lalu ternyata masih membawa rasa yang sama seperti saat kecil dulu, ceria.

Ragam permainan rakyat yang beragam namun tidak lagi banyak saya temui di sekitar, bikin saya untuk coba menulis jenis-jenis permainan itu kembali, hitung-hitung supaya tidak hilang dari catatan sejarah.

1. Petak Umpet, atau bahasa Jawa-nya Dhelikan. Saat saya bertandang ke saudara di Jakarta, teman-teman sebaya di sana menyebut permainan ini ’25’. Artinya, kesempatan untuk mencari tempat sembunyi adalah 25 hitungan mundur. Pola permainannya, 1 orang jaga sambil menutup mata di pos yang disepakati, yang lain sembunyi. Setalah itu si-jaga ini mencari yang sembunyi. Jika semua  yang sembunyi bisa ditemukan, yang ditemukan pertama akan gantian jaga pos. Selain mencari yang sembunyi, si-jaga juga harus tetap waspada jangan sampai ada si-sembunyi yang menduduki posnya sebelum ketahuan. Jika ini terjadi, si-jaga akan jaga lagi. Sialnya, kadang ada yang sembunyi tidak ketahuan sampai lama, ternyata pulang untuk makan siang.

2. Go back to door. Yang kemudian diucapkan sesuai aksen lokal, Gobaksodor. Haduh!! Dimainkan oleh 2 kelompok, kelompok main dan kelompok jaga. Kelompok main berusaha bergerak dari titik A ke titik B, lalu kembali ke titik A. Setiap satu anak kembali ke titik A, nilainya 1. Dalam usahanya meraih poin, kelompok jaga akan menghalang-halangi gerak kelompok main, namun kelompok jaga ini geraknya dibatasi hanya pada pola garis seperti pada gambar. Jika kelompok jaga berhasil menyentuh/menepuk salah satu kelompok main, maka saatnya gantian, yang jaga main, yang main jaga.back to door-1

3. Benteng-bentengan. Juga sering disebut Jack-Jack-an, karena saat berhasil menduduki benteng lawan teriak  “Jack !!” Dimainkan oleh dua kelompok yang masing-masing menempati dan menjaga pos (benteng-nya). Pemenang dari permainan ini adalah yang berhasil menduduki benteng lawan. Lawan yang berkeliaran berusaha menempati benteng kita bisa kita tangkap dan kita tawan. Dengan demikian, jumlah penjaga benteng lawan semakin sedikit dan semakin mudah diduduki bentengnya.

Anda punya jenis permainan rakyat lain? Saya masih punya, tapi sepertinya memang namanya sangat lokal. Ada Boy-boy-nan, Benthik, Jamuran, Engkling, Bekel-an dan Gamparan. Permainan lain yang cukup dikenal khalayak adalah lompatan (lompat tali) dan nekeran (main gundu).

Permainan dan mainan berkembang/berubah mengikuti jaman. Umumnya, saya simpulkan permainan rakyat jaman dulu lebih melibatkan banyak orang dan memungkinkan interaksi interpersonal yang lebih dalam.

Kalau bicara soal mainan, di Jogja ada Museum Dolanan, seperti yang ditulis Winda di sini.

Selamat bermain!!

 
5 Comments

Posted by on July 5, 2009 in Aneka

 

5 responses to “Hiburan Sederhana

  1. winda

    July 6, 2009 at 10:41 am

    Baru tahu klo gobaksodor dari kata go back to door. Ulasan yg menarik, terlebih saat ini permainan seperti ini hampir (atau sudah?) menjadi kenangan karena tidak banyak yg mewarisi. Padahal, ini permainan yg bs membuat qt bljr bersosialisasi dgn sebaya. Btw, tambahan permainan rakyat : cublak2 suweng & ular naga😀

     
    • yunan

      July 6, 2009 at 11:58 am

      Hwa, betul, ada Cublak-Cublak Suweng dan Ular Naga juga.

       
  2. dina

    July 7, 2009 at 2:46 am

    disini juga ada “dhelikan” aka “hide and seek”. Bryan suka maen ini, kaka bila sama dady yang hide..setelah mereka hide, bryan not seek, malah nonton tipi. Sampe yang ngumpet keluar sendiri =p

     
    • yunan

      July 9, 2009 at 6:47 pm

      Hwaa .. Bryan memang lucu. Untung cuma ditinggal nonton tipi, ndak ditinggal tidur; kabarnya hobi tidur ‘sembarangan’

       
  3. abu haidar

    November 26, 2009 at 8:26 am

    kalau aku suka main “betut mausu”. ni mainan aku kecil di sebuah desa, tepatnya wiroditan, bojong, pkl. jadi inget masa kecil di sana. mainan ini dimainkan selepas ngaji di langgar ‘de kanapi. kami main di halaman, sambil menunggu acara TVRI, safari, gitu. cara mainnya, bagi kelompok menjadi 2. trus suit. kelompok menang main dulu. sambil pegang kerikil atau benda kecil lain, trus nyanyi betut mausu … bla, bla, bla, (aku lupa lagunya) sampai akhir. trus kerikil tadi diletakkan di salah satu temannya. oh, ya tangannya posisi ke dibelakang. nanti lawannya menebak, deh. kalau ga ketebak, maka melompat satu langkah dst. yang kalah gendong yang menang. asyik n seru banget.

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: