RSS

Ruang Tengah

11 Aug

R Tengah

Lupakan soal ukuran rumah, boleh besar boleh kecil. Tinggalkan juga soal lokasi, boleh di tempat terpencil kaki gunung atau perumahan kelas berada kawasan komersil. Mari kita tilik ruang tengahnya, atau apalah njenengan menyebutnya, ruang keluarga juga tak apa. Hampir pasti, setidaknya dari yang pernah saya masuki, di sana ada televisi. Seperti hal yang identik, bahwa aktivitas yang dilakukan di ruang itu adalah nonton televisi. Televisi ini, entah bagaimana asal mulanya, seperti menjadi perangkat paling wahid pelengkap rumah. Kompor boleh pakai kompor minyak yang apinya merah tak rata, yang penting televisi ada, barangkali begitu ekstrimnya.

Cobalah iseng, mendatangi rumah rekan kerabat selepas maghrib, hitung dengan jari yang televisinya tidak menyala. Televisi ini seperti menjadi alat pengikat daya tarik paling mematikan di dalam rumah, di dalam sistem keluarga.

Ruang tengah, ruang keluarga, semestinya jadi ruang paling hangat tempat anggota keluarga bertukar pikiran, saling bicara. Si Bapak tanya ini itu ke anak, soal temannya di sekolah mungkin, atau soal teman dekat saat anak beranjak dewasa. Si Bapak yang menceritakan potongan-potongan cerita kecil masa silam hidupnya yang bisa menginspirasi anak. Atak si anak yang memberondong Bapak dengan ilmu-ilmu baru yang didapat di sekolah. Tidak melulu membisu sambil nonton kotak sejuta umat itu.

Gambar diunduh dari sini.

 
Leave a comment

Posted by on August 11, 2009 in Pikiran

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: